Kamis, 07 November 2013

Mekanisme Persalinan Letak Sungsang

                Masuknya bokong ke PAP dengan keadaan miring  atau melintang mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam,sehingga trohanter depan berada di bawah simfisis sebagai hipomoklion,maka lahirlah trohanter belakang diikuti dengan kelahiran seluruh bokong.
                Dengan adanya his tekanan fundus terhadap bokong,kekuatan ibu mengeden dan elastivitas diafragma dinding felvis, maka bahu turun dan memasuki PAP.Dan melakukan putar paksi daam sehingga bahu depan berada di bawah simfisis sebagai hipomoklion, maka lahirlah bahu belakang bersamaan dengan lengan belakang diikuti dengan kelahiran seluruh bahu.
                 Dengan adanya his tekanan fundus terhadap bokong, kekuatan ibu mengeden dan elastivitas diafragma dinding felvis,maka kepala turun dan memasuki PAP sambil melakkan putar paksi dalam sehingga sub ocipito berada di bawah simfis sebagai hipomoklion. Maka lahirlah berturut-turut dagu,hidung, mata, dan keseluruhan kepala.Kemudian nilai kebugaran bayi.

Reson Persalinan Letak Sugsang
1.       Sebutkan pengertian persalnan letak sungsang ?
Jw: Persalinan Letak sungsang adalah suatu kelainan letak dimana posisi janin miring atau melintang didalam rahim yaitu kepala berada di fundus dan bokonh berada dibawah.
2.       Sebutkan jenis-jenis persalinan letak sungsang ?
Jw:
Ø  Letak bokong murni
Ø  Letak kaki sempurna
Ø  Letak kaki tidak sempurna
Ø  Letak kaki
3.       Sebutkan diagnosa letak sungsang ?
Jw:
·         Secara Palpasi  :
Leopold 1: teraba satu bagian bulat, keras, dan mudah digoyangkan, yaitu ciri-ciri kepala janin
Leopold 3 : teraba satu bagian tidak bulat, tidak keras, dan sukar digoyangkan, yaitu cirri-ciri bokong janin.
·         Secara Auskultasi
DJJ terdengar tiga jari di atas pusat pada puntum maksimum sesuai letak punggung janin.
·         Secara VT
Teraba sacrum.
4.       Sebutkan mekanisme persalinan letak sungsang ?
5.       Sebutkan tehnik pertolongan letak sungsang ?
·         Tehnik Brah : melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
·         Tehnik Muller : melahirkan bahu depan terlebih dahulu kemudian bahu belakang.
·         Tehnik Clasik : melahirkan bahu belakang terlebih dahulu kemudian bahu depan.
·         Tehnik Lopset : melahirkan bayi dengan cara memutar tubuh bayi secara 90 derajat.
·         Tehnik Mourisau : melahirkan seluruh kepala bayi dengan cara menunggang kudakan tubuh bayi.

6.       Sebutkan komflikasi yang terjadi pada persalinan letak sungsang ?
Pada ibu :
1.       Meningkatkan resiko infeksi pada ibu
2.       Rupture
3.       Memperluas episiotomy dan robekan pada perineum
Pada janin :
1.       Perdarahan pada otak
2.       Fraktur humerus dan klafikula
3.       After coming head ( kepala tertinggal )


  Respon  Atonia Uteri

1.       Pengeertian atonia uteri
Jw : atonia uteri adalah kegagalan otot polos rahim untuk berkontraksi.
2.       Diagnose atonia uteri
Jw :
1.       Secara anamnese : ibu mengatakan tidak ada rasa sakit pada perut.
2.       Secara insfeksi : perarahan aktif
3.       Secara palpasi : uterus ibu lembek dan fundus uteri masih tinggi.
3.       Komplikasi atonia uteri
Jw :
1)      Bahaya infeksi
2)      Perdarahan
3)      Syok
4)      Kematian
4.       Penatalakssanaan atonia uteri
Jw :
a)      KBI ( Komfresi Bimanual Interna )
b)      KBE ( Komfresi Bimanual Ekterna )
c)       KAA (Komfresi Aorta Abdominalis )


Respon Manual Plasenta

1.       Pengertian dari retensio plasenta
Jw : suatu keadaan dimana plasenta tidak lahir setelah 30 menit bayi lahir.
2.       Tingkatan atau macam-macam penyebeb retensio plasenta
Jw :
Penyebab :
a.       Plasenta melekat erat pada dinding uterus
b.      His yang tidak adekuat.
Tingkatan/ penyebab Patologi Anatomi:
1.       Plasenta adesiva : plasenta yang kuat dari jonjot korion plasenta.
2.       Plasenta arkreta : implantasi jonjot korion plasenta yang mencapai hingga lapisan meometrium.
3.       Plasenta inkreta : implantasi jonjot korion plasenta yang melewati lapisan meometrium.
4.       Plasenta perkreta : implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan eometrium hingga dinding uterus.
5.         Plasenta inkarsrata : tertahannya plasenta di cavum uteri.
3.       Diagnose retensio plasenta
Jw :
a.       Plasenta tidak lahir setelah 30 menit bayi lahir.
b.      Plasenta tidak lahir setelah suntikan oksitosin yang kedua.
c.       Atonia uteri : uterus berkontraksi, tetapi tinggi fundus uteri masih tinggi.

d.      Perdarahan lebih dari 400 cc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar